hugo
Kategori :
Angkringan
@ 29 May 2012 | 21:37:36
Mas, Mbak, Pakdhe, Budhe, dan Simbah-simbah semuanya,
Begitu lama kita tidak bicara, ngangkring bersama. Kali ini saya mau sedikit "ngudar roso" sambil minum jahe panas dan 'ngemplok' beberapa gorengan dan sego kucing. Boleh, lho..membaca sambil tetap 'nyruput' kopi joss atau teh panasnya.
Kemarin malam, saya sempat terbangun dari tidur. Mungkin karena mimpi saya lumayan jelek, maka saya terbangun supaya mimpi itu berhenti. Nah, alih-alih saya hendak kembali tidur, malah mata ini tidak bisa dipejamkan. Entah kenapa, pikiran saya 'nglambrang' kesana kemari dan terlintas banyak hal yang ternyata terjadi di tahun 2010-2012.
Setelah dipikir-pikir, tahun 2010 itu seperti tahun 'endog pecah'. Pecah semua telur yang 'digadang-gadang' menjadi telur terbaik. Di awal tahun 2010, perjanjian perdagangan bebas kita dengan Cina mulai diberlakukan. Maksudnya baik, supaya perdagangan kita dengan negara industri seperti Cina makin menunjukkan grafik positif. Namun apa daya, apa yang diidam-idamkan tidak menjadi kenyataan. Negara ini kebanjiran produk Cina yang justru menenggelamkan produk dalam negeri karena kalah bersaing dalam hal harga dan kualitas.
Kejadian kemudian seperti mengawali keprihatinan kita. Kasus korupsi pajak Gayus yang kemudian disusul meletusnya gunung Merapi membuat kita semakin prihatin. Respon yang berbelit dalam menyelesaikan kasus Gayus, menjadi luka buat banyak pihak. Banyak pihak mempertanyakan kemana pajak yang mereka bayarkan. Benarkah dipakai sebesar-besarnya untuk kesejahteraan bersama?
Beranjak ke tahun 2011, kasus korupsi makin menggelembung. Partai Demokrat tercabik-cabik oleh ulah anggotanya yang terlibat dalam banyak kasus. Baik yang menjadi pesakitan seperti Nazarudin sampai banyak nama yang ia sebut menjadi keprihatinan kita bersama. Lebih parah lagi,kasus korupsi silih berganti menghiasi media massa.
Tidak banyak berubah dengan 2012, kasus yang ada di tahun 2012 semakin mengkerucutkan apatisme publik terhadap pemerintahan saat ini. Tidak bisa dipungkiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono begitu banyak dikritik baik perannya sebagai presiden maupun sebagai bagian dari Partai Demokrat.
Terakhir kasus Sukhoi begitu menghenyakan kita akan banyak kekurangan dalam dunia penerbangan kita yang oleh beberapa pihak dianggap sudah ketinggalan jaman.
Ya, kalau sudah begini, saya secara pribadi kok ya mengelus dada dan harap-harap cemas untuk apa yang bakal kita hadapi ke depannya. Semoga, mas dan mbak, pakdhe dan budhe, juga simbah-simbah semuanya mau meluangkan waktu sedikit setiap hari untuk berdoa supaya 'kalabendu' negeri ini segera berlalu.
Monggo dilanjut 'nyruput'nya..semoga tidak 'keselek' setelah membaca tulisan saya ini.
wassalam,
Hugo

