Perjalanan ke Kaliurang hari Minggu, 8 Mei 2005 kemarin telah menyelesaikan target dengan ditemukannya Goa Jepang melalui gerbang Telogo Putri. Padahal jika masuk melalui gerbang Telogo Nirmolo, untuk sampai ke Goa Jepang hanya ditempuh dalam waktu 10 - 15 menit saja. Tapi memang beginilah asiknya bertualang.
Dimulai dari gerbang Telogo Putri, setelah sarapan roti sobek dan minum, ableh, jalak, santent, dan saya mulai menapaki trek menuju Plawangan. Trauma dengan gigitan ular pada petualangan beberapa minggu yang lalu, pada perjalanan kali ini saya memakai sepatu fieldtrack dengan geatter. Sedangkan ableh dengan celana longgarnya sehingga mudah untuk dipelorotkan, santent dengan gaya mahasiswanya yang culun dan jalak dengan jiwa petualangnya tetap menggunakan sandal. Masih sama dengan episode yang lalu, perjalanan ini tetap tidak didokumentasikan.
Sesekali kami berhenti melepas lelah sambil menikmati pemandangan dari punggungan bukit. Rimbunan semak kami lewati, termasuk juga sulur-sulur rotan yang berduri. Tampaknya santent mengalami kejadian yang sama setahun yang lalu saat survei lapangan untuk kegiatan outing 2nd GathNas Blogbugs, tertusuk duri. Pun pada saat santent mengalami kecelakaan, eh kecelakaan yo? he he he ... mabuk gunung, begitu bunyinya.
Setelah yakin dengan kondisi santent, kami melanjutkan perjalanan menuju puncak bukit. Sebuah tugu triangulatie dan pemancar (trans/re-ceiver) seolah-olah sudah menunggu kami. Panas. Hanya semak belukar yang kami jumpai di puncak bukit. Tampaknya tempat ini jarang dikunjungi orang setelah bencana letusan Merapi beberapa tahun silam. Kami lalu mencari tempat berteduh untuk beristirahat, sedikit barat daya, kami menemukan punggungan yang langsung menghadap ke lereng barat Merapi dan bukit Turgo. Melepas lelah sambil bercengkerama, menghayal, etc et all.
Selepas puncak, kami melanjutkan perjalanan menuju gerbang Telogo Nirmolo. Jalur ini lebih landai dari pada jalur pada saat kami naik. Bahkan santent dan ableh bisa berlarian sambil melompat-lompat dengan gaya khasnya masing-masing. Termasuk pada saat tergelincir pun masih sempat bergaya.
Menjelang gerbang Telogo Nirmolo, akhirnya kami menemukan jalan menuju Goa Jepang. Maka kesanalah kita. Setelah mengisi air di sebuah mata air, selang beberapa menit kami sampai di mulut goa. Ada 3 goa yang dihubungkan oleh sebuah lorong di bagian dalamnya.
Menurut cerita ableh, goa ini merupakan peninggalan tentara Jepang setelah mereka dikalahkan sekutu pada tahun 1945-1946. Mereka bersembunyi dari kejaran tentara Sekutu dan tentara pribumi, berlatih ninja dengan monyet-monyet yang ada di sini. Jika kalah mereka jadi santapan tentara Jepang, lalu jika monyet yang menang, mereka makan apa?
Puas menikmati goa, kami turun menuju gerbang Telogo Nirmolo. Dari sini kami harus kembali lagi ke Telogo Putri untuk makan siang dan menunggu bus. Menggunakan kereta kelinci kami diantar sampai Telogo Putri dan langsung menuju warung tempat biasa kami beristirahat dan makan.
Tips
- Bawalah selalu uang pecahan untuk memudahkan pembayaran, baik angkutan, makan, belanja, atau pengamen
- Bus Baker dari Jogja pukul 07.00 WIB selanjutnya akan berselang 1 jam. Ongkos bus Rp3,000,- s/d Rp5,000,- tergantung check-point dan sudah termasuk retribusi dan asuransi.
- Menggunakan bus kecil, turun di pasar Pakem lalu ganti angkutan ke Kaliurang Rp3,000,-. Retribusi hutan wisata Rp500,-
- Jika memutuskan untuk trekking, gunakan sepatu/sandal trekking atau sepatu olah raga.
- Jagalah kebersihan, bawa kantong plastik untuk sampah pribadi serta patuhi rambu-rambu sepanjang jalur trekking
- Ingat waktu, hutan wisata akan ditutup pukul 16.00 WIB sedangkan di Telogo Nirmolo pukul 15.00 WIB. Bus terakhir dari Kaliurang pukul 16.00 WIB
Target Obyek
- Telogo Putri : Air terjun, hutan wisata, trekking bukit Mijil, Gardu Pandang, trekking bukit Plawangan.
- Telogo Nirmolo : hutan wisata, trekking bukit Plawangan, Goa Jepang
Petualangan bersama angkringan berikutnya akan diadakan pada akhir bulan Mei, hari Minggu, target lokasi belum ditentukan. Ada usul lokasi di Parangendog dengan pemandangan tebing pantai dan goa Lanse atau ke Imogiri dengan goa Cerme-nya.
Any suggestion please contact Mr. Ableh or post your opinion onto the form below.
koebiz 



