Akhir-akhir ini sesuatu penyakit yang diderita Indonesiaku tambah
parah aja.Mulai dari demam,influinza,batuk berdahak,yang disertai
demam tinggi kini telah diderita olehnya.Oh alangkah malang nasbmu.
Assalamu 'alaikum
Gayus adalah pemuda yang tidak mau mewarisi KEMELARATAN orang tuanya dengan cara memanfaatkan pekerjaannya untuk berperilaku menyimpang ngemplang dana para wajib pajak yang nakal (kong ka li kong).
Gayus adalah produk pemuda masa kini yang ingin hidup enak lan kepenak dalam kondisi kayaraya dengan jalan korupsi.
Gayus adalah profil pemuda kreatif dalam memanfaatkan kesempatan untuk memperkaya diri dengan jalan makan uang haram secara berjamaah.
Gayus adalah pemuda berbakat memimpin sebuah sindikat yang tergabung dalam Asosiasio Koruptoro Sialanna Indonasua (AKSI)
Gayus adalah sebuah lakon Petruk dadi Ratu atau Kere Munggah Bale, keblinger karena tidak mampu mengendalikan moral dan imannya terhadap jabatannya.
Gayus adalah fenomena 2010
tadi saya iseng2 baca koran media indonesia, eh disitu ada tulisan ttg angkringan,
mohon ijin kepada "penguasa" angkringan.or.id saya bermaksud mendokumentasikan sejarah ini agar tidak hilang
kalau dianggap melanggar 'aturan main' saya mohon maaf dan dipersilahkan utk di hapus saja.
terima kasih
Asal Muasal Lahirnya Warung Angkringan
Penulis : Adinda Putri
Kamis-18maret2010
MediaIndonesia-MARAKNYA warung 'Angkringan' di Jakarta dan beberapa kota di tanah air, rupanya tidak bisa dilupakan begitu saja mengenai asal muasal tempat makan bersahaja yang pertama kali muncul di Yogyakarta sekitar tahun 1950-an ini.
Berasal dari kata angkring atau nangkring yang dalam bahasa Jawa berarti duduk santai. Konsep warung ini berbentuk gerobak yang atasnya dilapisi dengan terpal atau tenda plastik. Ciri khas lainnya adalah warung makan Angkringan ini mulai beroperasi mulai siang hingga subuh dini hari.
Warung makan yang dahulunya sebagai tempat beristirahat rakyat kecil yang umumnya berprofesi sebagai supir, tukang becak dan delman, seiring perkembangan waktu malah makin digemari oleh beragam lapisan masyarakat, mulai dari mahasiswa, seniman, pegawai kantor, hingga pejabat.
Menu paling digemari dari warung Angkringan tentu saja adalah Nasi Kucing (yang dala
More »
Arepe sekaten wingi, awakku tak sempatno mulih nyang Jogja (sakjane sing mulih iku bojoku, awakku cumak ngeterno thok).
Sakwise berkurban jatah cuti, akhire awakku isok ngancani yayang ambek ndhuk e nyang omahe Maratuwa ndhik erenge Merapi.
Dina Minggu (21/2), anakku mbengok2, "Yah nyang Kerpur (Carrefour)yok." Lha arek iki gak nggenah mosok adoh2 nyang Jogja cumak pengin nyang Carrefour, nek ngono ae nyang Suroboyo yo akeh gak usah adoh2 nyang Jogja. Tapi jenenge anak wedok siji-sijine yo terpaksa tak turut (sakjane Maratuwa sing mekso ngeterno hehehe)
Ketepakan nyang Carrefour Maguwo onok acara Barongsai, wah ketepakan iki sekalian nonton. Jenenge acara gratis tentune sing nonton yo akeh. Kabeh podho desek2an pengin nonton nyang ngarep.
Lagi asyik2 e nonton kok onok sing ndemek2 sak mburi pas tak toleh onok arek wedok ayu nggawe jilbab ndemek2 bokongku, pertama awakku ge er tapi awakku sadar nek arek iku arepe nyopet, untung tangane wis ngaleh, nek gak, isok tak remet2 tangane. Pas noleh ngarep eh bojoku mbesengut dikiro kok sik kurang ajare nyang ngarepe bojo sik sempat nglirik cewek ayu. Untunge sakwise tak jelasno bojoku isok ngerti, malah tas e dicekel kenceng.
Arek ayu sing ternyata copet iku gak dhewekan, sakwise gagal ngrebut atiku..eh..dompetku, dhe
More » mikir karo ngguyu, ngguyu karo mikir
lebih kurang sepuluh tahun pasca digulirkannya reformasi yg ditandai denganjatuhnya rezin ordebaru dengan yang mana namanya seharto harus rela dilengserkan oleh kekuatan rakyat (mahasiswa),maka sejak itulah bangsa indonesa memasuki jaman baru, masuk pada babakan baru, yaitu demonstrasi jalanan untuk memaksakan kehendaknya, disini kemudian muncul makelar demo, penyedia relawan demo.
kemudian anggota DPR pun muncul wajah2 baru yg sedang mencari jatidiri dengan gayanya masing2. mulai dengan teriakannya, suaranya yang asal bunyi, konsepnya yang sok moralis, sok idealis dan sok gak doyan duit.
dan yang lebih parah lagi, sekarang ini mahasiswa (mungkin juga masyarakat) sudah mulai berani kepada institusi polisi, berani menyerang kantor polsek, berani melawan bahkan melukai anggota polisi, merusak mobil patroli.
wah, fenomena apa ini ?
apa ini yang namanya demokrasi (bukan democrazy) ?
kalau demokrasi dimaknai sebagai yang banyak massa adalah pemenang, maka yang muncul adalah anarkisme untuk kemudian gaya machiavelli dengan konsep "menghalalkan segala cara" akan marak terjadi dimana-mana.
wah kalu begini, apakah ngangkring di angkringannya Lek Man masih aman tanpa dihantui rasa was2.....
Mau nyuwun tulung barangkalai ada yg punya Bapak, Ibu, Pak De, Bu De dll yg dulu pernah sekolah di SD Jetis Pasiraman (lulus th 66) & SMP 6 Ngisor Munggur (th 67 hanya satu semester), tolong sampaikan salam saya.
Saya kangen ngobrol2 dngn teman2 masa kecil dulu, saya dulu tinggal di AM Sangaji 12 & Cokrokusuman.
Saat ini saya mencari nafkah sebagai seorang pekerja disebuah perkebunan teh dikaki Gunung Halimun Sukabumi.
Kalau berkenan, tolong kirim email ke saya : prams1231@yahoo.com
Matur nuwun,
Siang tadi, saat mahasiswa unjuk rasa mengecam 100 hari pertama kebijaksanaan pemerintahan Sby. di Jakarta, ada pesertanya yang membawa hewan kerbau atau kebo. Ketika diwawancarahi polisi katanya kebo adalah simbol dari rakyat kecil yaitu petani. Maksudnya supaya pemerintah ingai kepada nasib rakyat kecil terutama petani.
Bukan main ! Kebo ikut unjuk rasa. Mungkin harga rumput ikutan naik sehingga menjadi mahal dan jatah makan kebo berkurang ...he...he......he....he..... Ada - ada saja.
Peristiwa tersebut saya saksikan lewat siaran berita sore Metro TV Kamis, 28 Januari 2010.
More » ttd