"kulo nuwun"salam kenal buat semua komunitas ini,.ni pertama buat saya, jdi mohon bimbingannya buat panjenengan2 sedaya..matur nuwun
Aku baru gabung dengan komunitas ini.....
newbie mau nimbrunk juga :) mohon bantuannya , thx a lot
poko'e...mari nyruput kopi...mari share info...posting tulisan...or ngobrol ngalur ngidul...yang penting hati senang dan tidak merugikan...sekian dan maturnuwun....nunut bergabung ya....
perkenal kan saya roni dari medan .... nick saya di IRc pakde,saya ingin bergabung di sini,mohon paduan na ya kk dan cc
mohon ijin untuk memperkenalkan diri dan gabung di sini, mdh2an dpt pencerahan disini
nderek nangkring mas, mbak
salam kenal nama saya putra tinggal sementara di sekitar karang waru sebelum TVRI, sekalian nih minta tolong kalau ada kontrakan yang murah, karena kontrakan yang sekarang sudah mau habis,matur suwun
ultras
Suara sepur tebu masih terngiang jelas, memberontak dalam hatiku, menggedor batin, menjewer telinga tentang sebuah nasib, tak salah itu adalah nasibku, yang terseret dibawah mesin pencacah tebu, mesin nomer satu, dimna aku harus meringkuk didalamnya sambil bermandi oli, ah kalau aku mimpi pastilah mimpi yang terburuk dalam hidupku, namun nasib kalau terus menerus dikunyah tanpa lelah, kebaikan berujung lain, tulisan demi tulisan mengalir, seperti tebu yang digiling dalam hidupku 20 tahun yang lalu, tiba tiba aku menjadi aku tanpa lupa madukismoku, sebiah catatan paling buram, namun penuh kemanisan saat kucecap sekarang.
Saya pernah mengikuti lomba debat bahasa inggris di Bandung. Isinya semua anak jakarta, bandung, bogor dan sekitarnya. Tadinya kami kira hanya kami yang berbahasa jawa disana, tenyata nongol lagi sekelompok anak yang menemani kami bermedok ria, yaitu kelompok debat asal magelang. Hari pertama dimulai dengan perkenalan antar kelompok debat. Meskipun tidak diperlihatkan, sudah terasa rasanya 'rasisme' yang muncul di antara mereka yang metropolit dan kami yang mereka sebut dengan 'anak daerah'. ( apa bedanya coba daerah istimewa yogyakarta dengan daerah khusus ibu kota ? sama sama daerah. Dasar orang-orang cetek )
Saat makan siang, mereka biasanya makan bersama, tanpa mengajak kami. Pernah suatu siang, kami makan di food court depan tempat lomba dilangsungkan dan ada sekelompok anak dari bogor yang mencari diamna 'kumpulan anak metropolit' berada. Karena kasian, kami mengajak mereka makan bersama kami. Seorang guru yang mendampingi mereka berkata " Tuh sana yuk makan bersama mereka " akan tetapi anak anak bogor itu hanya tersenyum kecut lalu pergi. Dan guru mereka menatap kami bingung lalu berkata " Maaf ya " pada kami. Lalu kami menjawab serentak " Gak papa kok, Buuuuuk ! " Lalu kami melanjutkan makan siang kami sambil mengobrol ngalor ngidul, sama sekali tidak kesal, malah kami jadikan bahan tertawaan.
Esoknya saat hari kompetisi di mulai, kami memulai dengan buruk sekali, di antar kami yang berasal dari jogja dan magelang, tidak ada yang menang. Tapi kami cuek saja, yang penting dapat pengalaman dan perut kenyang. Sudah kalah, kami suka tidak tahu malu jajan di pinggiran jalan, dan membawanya ke dalam aula debater. Jika yang lain memebawa asuk Hoka hoka bento atau Mcd denga harum yang menggugah selera, kami membawa masuk batagor tau siomay bandung, yang kiranya membuat mereka melirik tajam kepada kami. Karena ya memang bau ikan tengiri kan menyengat, mau bagaimana lagi ?
Ndelalahnya, di wisma tempat kami menginap, kamar kami yang dari jogja dengan anak anak ndeso magelang jejer. Alhasil tiap malam nongkrong barenga sambil ketawa cekakakan. Anak - ank bogor dan bandung yang harus melewati kamar kita dulu sebelum sampai ke kamar mereka seoelah - olah ingin mencari jalan lain saja, lewat juga tidak menyapa, lewat tanpa permisi. Akhirnya kami saja yang mengucapkan permisi, akhirnya kami saja yang mengucapkan permisi, "Permisi, lewat yaaaaa ! " Paling nati yang menjawab ya guru pendamping mereka " Makasih yaaa ". Dasar anak daerah bogor dan daerah bandung itu benar - benar tidak mau mangakui tempat tingalnya itu juga namanya ' daerah' juga. Coba aja kalau mereka ditanya "Rumahnya mana, dek ?" Kan pasti jawabanya " Derah bogor selatan, Pak. " Bingung dah jadinya. Yah alhasil selama kompetisi kami paling paling cuma ngobrol basa basi sama anak - anak metropolit itu, habis gimana, udah berusaha mencari bahan pembicaraan jawabanya hanya 1-2 kata. Kan jadi tidak enak sendiri. Kita hormati saja kebebasan mereka untuk memilh tidak berbicara dengan kita, kita bicara saja denagn orang yanag mau dijak bicara. For us, we believe that everyone should has a goodness, so there there are no disadvantages to talk and make friends. Many friends brought a lot of luck : D isnt it ? multiculturalism and pluralism are exist, so why we cant live in togetherness ? we are all the same.